Lbak CNO, Tambal sulam Hotmix di perempatan terminal Bayah Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak - Banten yang diduga dikerjakan oleh PUPR Banten Terkesan asal jadi dan kembali dikeluhkan pengguna jalan
Kurang lebih dua Minggu, pihak PUPR Banten mengerjakan tambal sulam hotmix di perempatan terminal Bayah, kini tampak mengelupas dan berlubang dengan diameter kedalaman ±3 centimeter dan lebar ±30-40 centimeter.
Dilokasi tim media kembali melihat kondisi tambal sulam hotmix yang mulai rusak mengelupas, batu split berserakan ditambah debu tebal berterbangan saat dilalui kendaraan roda empat atau lebih yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara, jika batu split dilindas ban kendaraan mengenai kaca.
"Kerikil dari hotmix mulai berserakan dan lubang mulai banyak ini sangat mengganggu dan membahayakan pengendara motor, belum juga satu bulan sudah rusak," jelas Pudin seorang pengendara roda empat, pada Jumat (16/01).
Lanjut Pudin, "Kerikil yang berserakan di jalan sangat membahayakan bila kerikil mental akibat dilindas roda terus mengenai kaca pasti pecah atau muka pengendara motor," keluhnya.
Menurut penuturan salah satu driver ojek pangkalan di Terminal Bayah, pada Jumat pagi (16/01), sekira pukul 7.30 Wib, saat ditanya kondisi batu split berserakan, adanya lubang dan kebulan debu akibat tambal sulam hotmix yang kembali rusak, mengatakan.
"Kalau ga salah itu dikerjakan ± 2 Minggu lalu, pengerjaan nya pada sore hari dan pengerjaan sebelah selatan itu saat usai turun hujan selepas magrib langsung di siram perekat terus aspal dicurahkan dari bak kendaraan," jelas driver ojek pangkalan yang nama nya tidak ingin dipublikasikan.
Dilokasi berbeda, tambal sulam hotmix yang juga dikerjakan ± satu bulan (1) oleh pekerja PUPR Banten tampak hotmix atau aspal sudah tidak terlihat dan hanya menyisakan lubang - lubang yang menganga berdiameter ±50-70 centimeter dengan kedalaman ±5-7 centimeter yang sangat membahayakan pengguna jalan raya.
Menurut keluhan yang disampaikan wisatawan lokal bernama Darwin Tangerang yang akan berwisata ke Pantai Sawarna mengendarai kendaraan roda dua (2) usai membeli BBM eceran di kios di Kampung Jogjogan Desa Darmasari menyampaikan.
"Kalau malam hari lewat sini sangat berbahaya karena banyak lubang di tengah dan sisi ruas jalan, apalagi kecepatan motor 60 km perjam, pelek bisa bengkok, dan bisa juga jatuh si pengendaranya," katanya.
Sambung Darwin, apalagi kearah wisata Sawarna jalan banyak yang rusak ditambah lagi tidak ada penerangan jika malam hari di hutan.
"Bukankah PUPR Banten sudah ada anggaran pemeliharaan rutin untuk ruas jalan tapi kenapa jalan rusak dibiarkan saja, sungguh aneh," tukasnya.
Tambal sulam hotmix di perempatan terminal Bayah dan di jalan raya nasinal Bayah - Jogjogan diduga kualitas material yang buruk tidak memenuhi standar atau Job Mix Formula (JMF) yang tidak tepat.
Apakah proses pemadatan yang tidak Optimal hingga menyebabkan material tidak merekat kuat dan mudah terkelupas. Atau akibat suhu pencampuran aspal hotmix yang tidak sesuai (ideal) hingga mempengaruhi kualitas ikatan atau daya rekat aspal tidak maksimal.
Dien Kaka.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar